Pacitan, 23 Januari 2013
Diiringi matahari yang bersinar cerah pagi ini teman-teman pariwisata dari Kelana Wisata Himpunan Mahasiswa Pariwisata (HIMAPA) berangkat menuju Pacitan, Jawa Timur. Tim Kelana Wisata kali ini adalah Enggar, Adit, Kharisma, Ifa, Gadis, Kirana, Anisa, Haryono, Yasir, Hendra, Tasya, Widi, Umi, dan Yuntika. Kami berangkat pukul 6.30 dari FIB. Perjalanan menuju Pacitan dapat ditempuh melalui jalur dari Gunung Kidul melewati Wonosari dan Pracimantoro selama kurang lebih 3 jam. Sesampainya di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, kami langsung menuju ke objek wisata yang pertama yaitu Goa Gong.
Situs Goa Gong adalah salah satu objek wisata di Pacitan yang banyak menjadi incaran para wisatawan yang berkunjung ke daerah ini. Goa yang terletak di desa Bomo, Kecamatan Punung, Pacitan, Jawa Timur, ini memiliki bentuk horizontal sepanjang 256 meter. Sehingga pintu masuk dan keluar yang digunakan sama karena rute goa ini berputar mengelilingi goa. Goa ini sangat luar biasa, dihiasi oleh ratusan stalaktit dan stalagmit juga batuan kapur di sekeliling goa yang dapat membuat pengunjung takjub akan keindahannya. Mengapa dinamakan Goa Gong? Karena banyak terdengar bunyi gong dari dalam goa ini yang berasal dari bebatuan goa yang jika dipukul dapat mengeluarkan bunyi menyerupai alat musik gong.
Untuk masuk ke dalam Goa ini kamu hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 5.000/orang. Di luar goa banyak pedagang yang menyewakan senter seharga Rp 3.000/senter. Namun jika tidak ingin menyewa senter pun tidak masalah karena keadaan di dalam goa sudah dilengkapi dengan pencahayaan yang memadai dari lampu-lampu taman dan lampu sorot yang dipasang di sisi-sisi goa. Goa ini pun telah dilengkapi oleh tangga dan besi pengaman yang akan menjadi penuntun ketika menelusuri goa. Goa ini juga dilengkapi dengan beberapa kipas angin untuk sirkulasi udara di dalam goa. Objek wisata yang satu ini sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti wc umum, musholla, rumah makan, toko souvenir, juga tempat parkir.
Destination : Gong Cave
Location : Bomo Village, Punung, Pacitan, East Java, Indonesia
Ticket price : IDR 5.000/person (record on 2013)
Amenities : public facilities (toilet, mosque, food stall, souvenir shop, parking lot)
Setelah menyusuri keindahan Goa Gong kami pun beranjak ke objek wisata yang kedua yaitu Pantai Klayar yang terletak di Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Hanya dengan membayar sebesar Rp 3.000/orang kalian dapat memanjakan mata dengan pemandangan luar biasa. Pantai berpasir putih ini sangat menakjubkan, dengan ombak yang sangat besar seakan mengucapkan selamat datang kepada kami. Kami pun sejenak melepas lelah setelah menempuh perjalanan jauh. Walaupun kami tidak dapat berenang di pantai ini karena ombaknya yang sangat tinggi namun kami cukup puas dengan hanya memanjakan mata kami menikmati pemandangan yang sangat luar biasa ini. Di pantai ini terdapat beberapa warung makan juga mck yang dapat digunakan para pengunjung. Jika dilihat dari atas Pantai Klayar ini memiliki panorama berbentuk hati, sangat menakjubkan. Tidak hanya itu, di pantai ini pun terdapat sebuah karang yang memiliki celah yang dapat berbunyi seperti suling. Luar biasa.
Destination : Klayar Beach
Location : Donorojo, Pacitan, East Java, Indonesia
Ticket price : IDR 3.000/person (record on 2013)
Amenities : public facilities (toilet, mosque, food stall, parking lot)
Hari pun beranjak sore, setelah makan siang di pinggir pantai kami pun dengan berat hati akhirnya meninggalkan Pantai Klayar untuk selanjutnya pergi ke penginapan. Setelah sejenak melepas lelah di penginapan kami pun beranjak lagi ke objek wisata selanjutnya yaitu Pemandian Air Panas Banyu Anget Tirto Husodo di Desa Karangrejo, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Dengan membayar sebesar Rp 4.000/orang kami dapat berendam di kolam air hangat ini untuk melepas rasa lelah. Objek wisata ini telah dilengkapi dengan beberapa kamar mandi berair hangat dan dingin, musholla, kursi berpayung untuk beristirat juga toko-toko souvenir. Setelah selesai berendam di kolam ini kami pun kembali lagi ke penginapan.
Destination : Banyu Anget Tirto Husodo Hot Spring
Location : Karangrejo Village, Arjosari, Pacitan, East Java, Indonesia
Ticket price : IDR 4.000/person (record on 2013)
Amenities : public facilities (toilet, mosque, food stall, souvenir shop, parking lot)
Destination : Teleng Ria Beach
Location : Pacitan, East Java, Indonesia
Ticket price : IDR 5.000/person (record on 2013)
Amenities : public facilities (toilet, mosque, food stall, parking lot)
Pacitan, 24 Januari 2013
Mentari pagi kembali menyambut kami. Selamat pagi Pacitan, ucap kami pada dunia. Setelah bersiap-siap kami pun beranjak kembali ke Pantai Teleng Ria untuk sarapan pagi. Beruntunglah kami menginap di penginapan yang tidak jauh letaknya dari Pantai Teleng Ria. Setelah menikmati sarapan pagi di pinggir pantai kami pun beranjak ke objek wisata yang terakhir yaitu Pantai Srau.
Hanya dengan membayar sebesar Rp 2.000/orang lagi-lagi mata kami dimanjakan oleh pemandangan cantik dari bumi pertiwi ini. Pantai Srau yang terletak di Desa Candi, Kecamatan Pringkuku ini adalah pantai berpasir putih dan berkarang yang memiliki ombak yang cukup tinggi sehingga terdapat larangan untuk berenang. Namun kami tak dapat menahan keinginan kami untuk menceburkan diri ke permadani turquoise di hadapan kami ini. Kami pun berenang dan bermain air di pantai cantik ini. Jangan khawatir, pantai ini telah dilengkapi dengan beberapa tempat mck dan juga terdapat warung-warung makan di pinggir pantai. Tak terasa hari beranjak siang dan kami pun lagi-lagi dengan berat hati harus meninggalkan pantai cantik ini untuk segera pulang ke Yogyakarta. Setelah sebelumnya makan siang di sebuah warung makan kami pun akhirnya melanjutkan perjalanan pulang menuju Yogyakarta.
Destination : Srau Beach
Location : Candi Village, Pringkuku, Pacitan, East Java, Indonesia
Ticket price : IDR 2.000/person (record on 2013)
Amenities : public facilities (toilet, mosque, food stall, parking lot)
Banyak sekali kenangan manis yang tercipta dalam perjalanan 2 hari 1 malam ini. Terima kasih kepada Pacitan untuk objek wisata yang sangat menakjubkan. Semoga pariwisata di Pacitan terus maju dan tetap eksis di Indonesia.
note: the article above is one of my writing from 2013. This writing was a second winner of travel writing competition in Universitas Gadjah Mada Yogyakarta and it was written in Indonesian.
No comments:
Post a Comment